Desa Wisata Teluk Meranti, Riau


sumber: Antara Foto


Desa Teluk Meranti merupakan salah satu dari sepuluh desa wisata terbaik dan menjadi prioritas yang berhasil memajukan perekonomian warga menurut Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Lokasi : Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau
Luas Wilayah : ± 135.477 hektar → terdiri dari pemukiman (126 hektar), sawah (5.420 hektar), perkebunan (20.024 hektar), lahan tidur (12.480 hektar), dan hutan (94.427 hektar)
Jumlah penduduk : ± 2.282 jiwa ( laki – laki : ±1.168 jiwa dan perempuan : ±1.114 jiwa)
Mata pencaharian utamanya adalah pertanian, namun ada pula yang mata pencahariannya di bidang perkebunan, nelayan, dan perhutanan
Potensi/Keunikan :
Objek wisata Ombak Bono yang berada di Sungai Kampar → Ombak Bono memiliki hempasan ombak yang sangat kuat. Fenomena Ombak Bono menjadi objek surfing para peselancar dari berbagai dunia, seperti Jerman, Belanda, Jepang, dan berbagai negara lainnya. Hal tersebut dikarenakan hanya ada 2 fenomena langka seperti itu, yaitu di Sungai Amazon, Brazil dan di Sungai Kampar, Teluk Meranti, Riau, Indonesia.
Suaka Margasatwa Tasik Metas dan Suaka Margasatwa Tasik Serkap
Penghargaan : Desa Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau adalah yang terbaik dalam kategori desa wisata kreatif, penghargaan tersebut diberikan pada Desa Wisata Awards 2017 yang digelar Kementerian Desa PDTT

Aksesibilitas :
perjalanan dari Bandara Hang Nadim, Batam → melewati Tanjung Batu, selanjutnya dari Tanjung Batu menuju Teluk Meranti menggunakan Speedboat dengan jarak tempuh ± 3 – 4 jam, dan biasanya apabila menggunaka speedboat keberangkatan dimulai dari pukul 8 pagi
pengunjung dari Tanjung Buton, Siak → dapat menempuh melalui perjalanan darat, melewati Pangkalan Kerinci menuju Teluk Meranti, dengan perjalanan ± 5 jam
pengunjung yang memulai perjalanan dari Pekanbaru → pertama harus melewati Pangkalan Kerinci menggunakan transportasi darat berupa travel (biasa disebut superben) dengan waktu tempuh ± 1 – 2 jam. Selanjutnya, dari Pangkalan Kerinci menuju Teluk Meranti dapat melalui jalur darat maupun jalur perairan

Akomodasi : homestay dan penginapan penduduk yang sederhana, meskipun begitu di Teluk Meranti sudah ada hotel dengan fasilitas yang masih standard. Berbagai sarana infrastruktur lain seperti tempat ibadah, puskesmas, kantor polsek, kantor kecamatan, kantor pusat informasi, dan lain sebagainya juga terdapat disana


Desa Teluk Meranti merupakan Desa Wisata atau Wisata Desa? → menurut  Desa Teluk Meranti merupakan Desa Wisata karena di daerah tersebut wisatawan dapat merasakan sumber daya lokal secara langsung dan kebudayaan lokal setempat. Akan tetapi desa wisata ini belum termasuk desa wisata yang berbasis masyarakat atau CBT (Community Based Tourism), karena desa wisata ini masih belum mengedepankan aspek lingkungan, sosial, budaya yang berkelanjutan

Komentar